A Loss That Changed Everything
Setiap rumah punya tiang penyangga. Bagiku, tiang itu bukan sosok ayah atau ibu, melainkan sosok yang akrab ku panggil ‘Uti’. Secara silsilah beliau adalah kakak dari ayahku. Namun, dalam urusan hati dan peran dirumah, beliau adalah Ibu kedua ku, sosok yang setiap hari selalu menjahit cerita rapuhku. Blog ini adalah bagaimana rasanya tentang tiang penyangga itu roboh, dan bagaimana ku belajar berdiri didalam puing-puing kehilangan. Pada saat itu memang beliau sudah ku anggap sebagai ibu keduaku dari dulu, karena peran beliau sangat istimewa. Walaupun beliau tidak bisa melalukan aktivitas seperti orang-orang pada umumnya, dikarenakan beliau sakit stroke sudah bertahun tahun, tetapi beliau sangat bisa dijadikan rumah bagiku. Tempat ku berkeluh kesah, tempat ku mengadu, bahkan tempatku mencari pembelaan disaat semuanya tidak adil. Aku dan ibuku tidak mempunyai ikatan emosional sehingga tidak menyebabkan permasalahan, tetapi memang takdirnya harus berpisah karena jarak den...